Buku warisan

Sudah lebih 12 tahun lalu, di pukul 3 subuh, habis sudah kesempatan untuk membuat memori baru dengan Bapak kami. Tadinya ketika saya harus berangkat S2, saya pikir terlalu sedikit waktu yang kami habiskan bersama untuk sekadar bercerita. Ternyata, kata Tuhan, sebanyak-banyaknya waktu sudah Kuberikan. Sudah cukup, sampai segitu saja.

Baru-baru ini (Agustus 2025) seorang Hakim di AS, Frank Caprio, yang terkenal dengan belas kasihnya, juga menyelesaikan perjalanannya di dunia. Putranya berucap: My father once said, “Fairness, kindness, and honesty, carry these wherever you go, and you’ll never be lost.” A reminder that the greatest inheritance we can give our children is not material wealth, but values that shape a life well lived...

Warisan terbaik dari orang tua adalah nilai-nilai kehidupan. Ayah hadir memberikan sosok yang berbeda. Tidak lebih baik, tidak lebih buruk. Hanya berbeda.

Di saat banyak kepahitan di dunia ini yang mencoba dikotomi Ayah atau Ibu yang lebih baik, sains dan kepercayaan bersama mengatakan keduanya punya peran penting yang terpisah. Berbahagialah jika memiliki keduanya dan masih sehat, masih bisa bercanda bersama. Lalu nanti, kita jadi salah satunya.

Ini cerita, bukan cerita sedih. Segala sesuatu ada masanya, dan sekarang masanya menuliskan buku warisan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *